{"id":179,"date":"2025-01-12T06:54:34","date_gmt":"2025-01-12T06:54:34","guid":{"rendered":"https:\/\/batararayamedia.co.id\/?p=179"},"modified":"2025-01-12T06:54:34","modified_gmt":"2025-01-12T06:54:34","slug":"indonesia-jadi-satu-satunya-negara-di-asia-dengan-pengakuan-ndrc-oleh-fifa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/?p=179","title":{"rendered":"Indonesia Jadi Satu-Satunya Negara di Asia dengan Pengakuan NDRC oleh FIFA"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex-1 overflow-hidden @container\/thread\">\n<div class=\"h-full\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-kjgaw-79elbk h-full\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-kjgaw-1n7m0yu\">\n<div class=\"flex flex-col text-sm md:pb-9\">\n<article class=\"w-full scroll-mb-[var(--thread-trailing-height,150px)] text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-5\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"m-auto text-base py-[18px] px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5\">\n<div class=\"mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"4bd3fdde-1fa5-4872-8183-4572fa793329\" data-message-model-slug=\"gpt-4o-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p><strong>akbid-wijayakusuma.ac.id\/ <\/strong>\u2013 Indonesia kini menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan <a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/\">pengakuan resmi dari FIFA untuk National Dispute Resolution Chamber (NDRC)<\/a> atau Dewan Penyelesaian Sengketa Nasional. Pengakuan ini diterima oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) setelah melalui proses yang panjang sejak Mei 2024.<\/p>\n<p>NDRC Indonesia kini sah berlaku untuk periode empat tahun, yaitu mulai 6 Januari 2025 hingga 6 Januari 2029. NDRC merupakan lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara pemain dan\/atau pelatih dengan klub sepak bola di tingkat nasional. Dengan adanya NDRC, para pemain atau pelatih dapat mengajukan sengketa tanpa harus melibatkan FIFA, asalkan memenuhi persyaratan prosedural yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>FIFA memberikan pengakuan ini setelah NDRC Indonesia berhasil memenuhi seluruh kriteria yang ada dalam Prinsip-Prinsip Pengakuan FIFA untuk NDRC. Indonesia kini menjadi bagian dari lima negara yang telah mendapatkan pengakuan serupa, yang terdiri dari empat negara Eropa dan Indonesia sebagai satu-satunya wakil Asia.<\/p>\n<p>Berikut adalah lima negara yang saat ini telah diakui oleh FIFA untuk NDRC mereka:<\/p>\n<ol>\n<li>Royal Belgian Football Association (RBFA) \u2013 Belgia<\/li>\n<li>The Football Association (The FA) \u2013 Inggris<\/li>\n<li>French Football Federation (FFF) \u2013 Prancis<\/li>\n<li>Football Association of Ireland (FAI) \u2013 Republik Irlandia<\/li>\n<li>Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) \u2013 Indonesia<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan pengakuan ini, NDRC Indonesia berfungsi sebagai badan penyelesaian sengketa yang diakui oleh FIFA dalam ranah sepak bola nasional.<\/p>\n<h3>Persyaratan NDRC untuk Pengakuan FIFA<\/h3>\n<p>Agar NDRC dapat diakui oleh FIFA, sistem penyelesaian sengketa nasional harus memenuhi beberapa persyaratan utama, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>NDRC harus didirikan oleh asosiasi anggota FIFA sebagai badan penyelesaian sengketa resmi.<\/li>\n<li>NDRC harus diakui dalam anggaran dasar asosiasi anggota yang relevan sebagai badan yang memiliki kewenangan untuk memutuskan sengketa.<\/li>\n<li>NDRC harus mematuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Prinsip Pengakuan Dewan Penyelesaian Sengketa Nasional dan Peraturan Standar Kamar Penyelesaian Sengketa Nasional yang telah direvisi.<\/li>\n<li>NDRC juga wajib menerbitkan regulasi dan aturan prosedural yang berlaku bagi penyelesaian sengketa, serta menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil oleh NDRC.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, NDRC harus memenuhi standar prosedural yang adil dan transparan untuk melindungi semua pihak yang terlibat, termasuk klub, pelatih, dan pemain. Sistem ini dirancang untuk memastikan adanya representasi yang setara dan memberikan kepastian hukum dalam proses penyelesaian sengketa di sepak bola nasional.<\/p>\n<p>Dengan pengakuan ini, Indonesia semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem yang transparan dan adil dalam dunia sepak bola, serta menjadi bagian dari negara-negara yang memiliki sistem penyelesaian sengketa yang diakui FIFA.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"mb-2 flex gap-3 empty:hidden -ml-2\">\n<div class=\"items-center justify-start rounded-xl p-1 flex\">\n<div class=\"flex items-center\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>akbid-wijayakusuma.ac.id\/ \u2013 Indonesia kini menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan pengakuan resmi dari FIFA untuk National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau Dewan Penyelesaian Sengketa Nasional. Pengakuan ini diterima oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) setelah melalui proses yang panjang sejak Mei 2024. NDRC Indonesia kini sah berlaku untuk periode empat tahun, yaitu mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[692],"class_list":["post-179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sport","tag-pengakuan-ndrc-oleh-fifa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/179\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}