{"id":4540,"date":"2025-02-07T07:54:30","date_gmt":"2025-02-07T07:54:30","guid":{"rendered":"https:\/\/batararayamedia.co.id\/?p=507"},"modified":"2025-02-07T07:54:30","modified_gmt":"2025-02-07T07:54:30","slug":"china-kembangkan-robot-berkaki-empat-yang-lebih-cepat-dari-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/?p=4540","title":{"rendered":"China Kembangkan Robot Berkaki Empat yang Lebih Cepat dari Manusia"},"content":{"rendered":"<p>Inovasi terbaru di dunia robotika datang dari China. Para peneliti berhasil menciptakan\u00a0Black Panther 2.0, robot berkaki empat yang diklaim mampu berlari lebih cepat daripada manusia. Robot ini merupakan hasil kolaborasi antara\u00a0startup robotika Mirror Me\u00a0dan\u00a0Center for Interdisciplinary Mechanics\u00a0di\u00a0Zhejiang University, China.<\/p>\n<p>Dilaporkan oleh amtechmodels.com, Black Panther 2.0 memiliki berat 38 kilogram\u00a0dengan tinggi\u00a050 sentimeter. Robot ini mampu menempuh jarak\u00a0100 meter\u00a0dalam waktu kurang dari\u00a010 detik, dengan kecepatan maksimal\u00a010,4 meter per detik (37 kilometer per jam). Angka ini hanya sedikit di bawah rekor dunia lari 100 meter yang dipegang oleh sprinter Jamaika,\u00a0Usain Bolt, yaitu\u00a010,44 meter per detik\u00a0pada Kejuaraan Dunia Atletik 2009.<\/p>\n<p>Dalam sebuah video demonstrasi yang diunggah di akun YouTube\u00a0Sentivium, tim pengembang memperlihatkan kecepatan dan kelincahan Black Panther 2.0. Untuk mencapai performa tersebut, robot ini dilengkapi dengan\u00a0sendi fleksibel\u00a0di keempat kakinya, mirip dengan lutut manusia, serta struktur\u00a0serat karbon\u00a0yang diperkuat untuk menjaga stabilitas saat bergerak dengan kecepatan tinggi.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Black Panther 2.0 juga mengintegrasikan teknologi\u00a0kecerdasan buatan (AI)\u00a0dan\u00a0machine learning, yang memungkinkannya menyesuaikan gerakan dengan kondisi lingkungan secara dinamis. Meskipun demikian, tujuan utama pengembangan robot ini masih belum diumumkan secara resmi.<\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, robot berkaki empat lain seperti\u00a0DEEP Robotics Lynx, yang digunakan untuk keamanan dan pengawasan di area berbahaya, hanya memiliki kecepatan\u00a04,9 meter per detik (17,7 km\/jam). Sementara itu, pada tahun 2012,\u00a0Boston Dynamics\u00a0pernah mendemonstrasikan robot cheetah mereka yang mampu berlari dengan kecepatan\u00a012,6 meter per detik (45 km\/jam). Namun, robot tersebut memiliki ukuran dan berat yang jauh lebih besar, sehingga belum dipasarkan secara komersial.<\/p>\n<p>Keberhasilan pengembangan Black Panther 2.0 menandai kemajuan signifikan dalam bidang robotika, terutama dalam hal kecepatan dan mobilitas. Meskipun aplikasi praktisnya masih belum jelas, para ahli memperkirakan robot ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti misi penyelamatan, operasi militer, atau pengawasan di lingkungan ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Black Panther 2.0 adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menciptakan inovasi yang luar biasa,&#8221; ujar salah satu peneliti dari Zhejiang University. &#8220;Kami akan terus mengembangkan robot ini agar dapat diaplikasikan secara luas di masa depan.&#8221;<\/p>\n<p>Dengan kecepatan dan kecanggihan teknologinya, Black Panther 2.0 tidak hanya menjadi pencapaian besar bagi China, tetapi juga membuka jalan bagi perkembangan robotika global yang lebih maju. <strong>(***)<\/strong><\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inovasi terbaru di dunia robotika datang dari China. Para peneliti berhasil menciptakan\u00a0Black Panther 2.0, robot berkaki empat yang diklaim mampu berlari lebih cepat daripada manusia. Robot ini merupakan hasil kolaborasi antara\u00a0startup robotika Mirror Me\u00a0dan\u00a0Center for Interdisciplinary Mechanics\u00a0di\u00a0Zhejiang University, China. Dilaporkan oleh amtechmodels.com, Black Panther 2.0 memiliki berat 38 kilogram\u00a0dengan tinggi\u00a050 sentimeter. Robot ini mampu menempuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[200,821],"class_list":["post-4540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","tag-deep-robotics-lynx","tag-robotika"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4540"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4540\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}