{"id":4541,"date":"2025-02-08T05:44:23","date_gmt":"2025-02-08T05:44:23","guid":{"rendered":"https:\/\/batararayamedia.co.id\/?p=518"},"modified":"2025-02-08T05:44:23","modified_gmt":"2025-02-08T05:44:23","slug":"ikrar-persatuan-bangsa-indonesia-sejarah-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/?p=4541","title":{"rendered":"Ikrar Persatuan Bangsa Indonesia Sejarah Sumpah Pemuda"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex-1 overflow-hidden @container\/thread translate-y-[1.5rem] -mt-[1.5rem] pb-[1.5rem]\">\n<div class=\"h-full\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-hnpcq-79elbk h-full\">\n<div class=\"react-scroll-to-bottom--css-hnpcq-1n7m0yu\">\n<div class=\"flex flex-col text-sm md:pb-9\">\n<article class=\"w-full text-token-text-primary focus-visible:outline-2 focus-visible:outline-offset-[-4px]\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-3\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"m-auto text-base py-[18px] px-6\">\n<div class=\"mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn @xs\/thread:px-0 @sm\/thread:px-1.5 @md\/thread:px-4\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"5816d2e7-7d12-4b4e-baac-efcf5bcc3c32\" data-message-model-slug=\"gpt-4o-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/\"><strong>Sejarah Sumpah Pemuda<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>Sumpah Pemuda<\/strong> adalah ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui Kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana pemuda-pemuda dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama bersatu menyatakan keyakinan mereka terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan Indonesia. Ikrar tersebut kemudian dijadikan dasar bagi seluruh organisasi kebangsaan Indonesia setelah Kongres Pemuda Kedua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Latar Belakang Kongres Pemuda Kedua<\/h3>\n<p>Kongres Pemuda Kedua ini digagas oleh <strong>Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI)<\/strong>, sebuah organisasi yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Tujuan kongres adalah memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah berkembang di kalangan pemuda-pemudi Indonesia. Sebelum kongres, para pemuda mengadakan pertemuan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928 untuk membahas persiapan acara, termasuk pembentukan panitia, susunan acara, waktu, tempat, dan biaya. Kongres akhirnya diselenggarakan di tiga lokasi berbeda: Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw.<\/p>\n<h3>Susunan Panitia Kongres Pemuda Kedua<\/h3>\n<p>Kongres Pemuda Kedua diorganisir oleh sejumlah tokoh pemuda dari berbagai organisasi, dengan susunan panitia sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ketua<\/strong>: Sugondo Djojopuspito (PPPI)<\/li>\n<li><strong>Wakil Ketua<\/strong>: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)<\/li>\n<li><strong>Sekretaris<\/strong>: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)<\/li>\n<li><strong>Bendahara<\/strong>: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)<\/li>\n<li><strong>Pembantu I<\/strong>: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)<\/li>\n<li><strong>Pembantu II<\/strong>: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)<\/li>\n<li><strong>Pembantu III<\/strong>: R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)<\/li>\n<li><strong>Pembantu IV<\/strong>: Johannes Leimena (Jong Ambon)<\/li>\n<li><strong>Pembantu V<\/strong>: Mohammad Rochjani Su\u2019ud (Pemoeda Kaoem Betawi)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Rangkaian Acara Kongres Pemuda Kedua<\/h3>\n<p>Kongres dimulai pada Sabtu malam, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond dengan sambutan dari Sugondo Djojopuspito. Ia mengharapkan kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan di kalangan pemuda. Muhammad Yamin juga menyampaikan pidato mengenai arti penting persatuan Indonesia yang didasarkan pada lima faktor utama: sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.<\/p>\n<p>Pada Minggu pagi, 28 Oktober 1928, rapat kedua di Gedung Oost Java Bioscoop membahas pendidikan. Pembicara Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menekankan pentingnya pendidikan kebangsaan dan keseimbangan antara pendidikan formal dan di rumah.<\/p>\n<p>Sore harinya, di Gedung Indonesische Clubgebouw, rapat ketiga membahas gerakan kepanduan. Soenario dan Ramelan menjelaskan bahwa gerakan kepanduan merupakan bagian dari perjuangan nasional yang mendidik disiplin dan kemandirian pada generasi muda, hal yang sangat penting dalam perjuangan bangsa.<\/p>\n<h3>Pengumuman Ikrar Sumpah Pemuda<\/h3>\n<p>Kongres Pemuda Kedua ditutup dengan lagu &#8220;Indonesia Raya&#8221; yang dinyanyikan oleh Wage Rudolf Supratman, diikuti dengan pembacaan keputusan oleh Sugondo Djojopuspito yang dirumuskan oleh Muhammad Yamin. Keputusan ini berisi tiga butir ikrar yang dikenal dengan <strong>Sumpah Pemuda<\/strong>:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kami putera dan putri Indonesia<\/strong>, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.<\/li>\n<li><strong>Kami putra dan putri Indonesia<\/strong>, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<\/li>\n<li><strong>Kami putra dan putri Indonesia<\/strong>, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Makna Sumpah Pemuda<\/h3>\n<p>Sumpah Pemuda menggambarkan komitmen pemuda Indonesia untuk mencintai tanah air, menjaga dan merawat persatuan bangsa, serta menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ikrar ini menjadi dasar yang memperkuat persatuan Indonesia melalui kemauan, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kepanduan, yang diharapkan dapat menyebar di seluruh organisasi kebangsaan Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan keputusan kongres ini, pemuda Indonesia bertekad untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme dan bekerja sama membangun Indonesia yang merdeka dan bersatu.<\/p>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>Sumpah Pemuda adalah bukti kuat tekad pemuda Indonesia dalam memperjuangkan persatuan bangsa. Melalui Kongres Pemuda Kedua pada 1928, pemuda Indonesia tidak hanya mengukuhkan identitas kebangsaan, tetapi juga memupuk rasa cinta tanah air yang terus menggelora hingga saat ini. Keputusan yang diambil pada kongres ini menjadi warisan sejarah yang penting dalam perjalanan panjang Indonesia menuju kemerdekaan. (Sejarah Sumpah Pemuda)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"mb-2 flex gap-3 empty:hidden -ml-2\">\n<div class=\"items-center justify-start rounded-xl p-1 flex\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"md:pt-0 dark:border-white\/20 md:border-transparent md:dark:border-transparent w-full isolate has-[[data-has-thread-error]]:[box-shadow:var(--sharp-edge-bottom-shadow)] has-[[data-has-thread-error]]:pt-2\">\n<div>\n<div class=\"m-auto text-base px-3 md:px-4 w-full md:px-5 lg:px-4 xl:px-5\">\n<div class=\"mx-auto flex flex-1 gap-4 text-base md:gap-5 lg:gap-6 md:max-w-3xl\">\n<form class=\"w-full\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-expanded=\"false\" aria-controls=\"radix-:r11:\" data-state=\"closed\">\n<div class=\"relative z-[1] flex h-full max-w-full flex-1 flex-col\">\n<div class=\"group relative z-[1] flex w-full items-center\">\n<div class=\"w-full\">\n<div id=\"composer-background\" class=\"flex w-full cursor-text flex-col rounded-3xl border border-token-border-light px-3 py-1 transition-colors contain-inline-size dark:border-none dark:shadow-none shadow-[0_9px_9px_0px_rgba(0,0,0,0.01),_0_2px_5px_0px_rgba(0,0,0,0.06)] has-[:focus]:shadow-[0_2px_12px_0px_rgba(0,0,0,0.04),_0_9px_9px_0px_rgba(0,0,0,0.01),_0_2px_5px_0px_rgba(0,0,0,0.06)] bg-token-main-surface-primary dark:bg-[#303030]\">\n<div class=\"flex min-h-[44px] items-start pl-1\">\n<div class=\"min-w-0 max-w-full flex-1\">\n<div class=\"\">\n<div class=\"_prosemirror-parent_cy42l_1 text-token-text-primary max-h-[25dvh] max-h-52 overflow-auto default-browser\">\n<div id=\"prompt-textarea\" class=\"ProseMirror\" contenteditable=\"true\" translate=\"no\" data-virtualkeyboard=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/form>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Sumpah Pemuda Sumpah Pemuda adalah ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui Kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, di mana pemuda-pemuda dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama bersatu menyatakan keyakinan mereka terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan Indonesia. Ikrar tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,12],"tags":[855],"class_list":["post-4541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","category-nasional","tag-sejarah-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4541"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4541\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}