{"id":4752,"date":"2025-04-17T17:29:13","date_gmt":"2025-04-17T10:29:13","guid":{"rendered":"https:\/\/bbsnews.co.id\/?p=1436"},"modified":"2025-04-17T17:29:13","modified_gmt":"2025-04-17T10:29:13","slug":"hukum-menafkahi-istri-yang-selingkuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/?p=4752","title":{"rendered":"Hukum Menafkahi Istri Yang Terlibat Selingkuh"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" data-start=\"216\" data-end=\"542\"><a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/\">akbid-wijayakusuma.ac.id\/<\/a>, Dalam sistem hukum Indonesia, memberikan nafkah kepada istri adalah kewajiban suami yang diatur secara tegas dalam Undang\u2011Undang Perkawinan dan Kompilasi <a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/tag\/hukum-islam\/\">Hukum Islam<\/a>. Namun, apabila istri melakukan perselingkuhan\u2014dalam istilah fikih disebut nusy\u016bz\u2014kewajiban ini dapat gugur. Artikel ini membahas batasan dan prosedur hukumnya.<\/p>\n<h2 class=\"\" data-start=\"544\" data-end=\"573\">Dasar Hukum di Indonesia<\/h2>\n<h3 class=\"\" data-start=\"574\" data-end=\"609\">Undang\u2011Undang Perkawinan 1974<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"610\" data-end=\"1083\">Suami wajib melindungi istri dan memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana diatur dalam Pasal\u00a034 ayat\u00a01 UU\u00a0No.\u00a01 Tahun\u00a01974 tentang Perkawinan<\/p>\n<p data-start=\"610\" data-end=\"1083\">Namun, Pasal\u00a080 ayat\u00a07 UU yang sama menjelaskan bahwa \u201c<strong><em>kewajiban suami sebagaimana dimaksud ayat (2) gugur apabila istri nusy\u016bz<\/em><\/strong>,\u201d yakni tidak taat kepada suami termasuk perselingkuhan<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"1085\" data-end=\"1118\">Kompilasi Hukum Islam (KHI)<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"1119\" data-end=\"1505\">Kompilasi Hukum Islam Pasal\u00a0149b menegaskan bahwa suami wajib memberi nafkah iddah, mut\u2019ah, dan madlyah, kecuali jika istri dinyatakan nusy\u016bz sehingga hak tersebut gugur<\/p>\n<p data-start=\"1119\" data-end=\"1505\">Lebih lanjut, Pasal\u00a0152 mengatur bahwa bekas istri berhak atas nafkah iddah kecuali dalam keadaan <a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/tag\/nusyuz\/\">nusy\u016bz<\/a> atau telah dijatuhi talak ba\u2019in<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"1507\" data-end=\"1554\">Surat Edaran dan Kebijakan Mahkamah Agung<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"1555\" data-end=\"1881\">Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor\u00a03 Tahun\u00a02018 dan SK Dirjen Badilag Nomor\u00a01959 Tahun\u00a02021 mempertegas bahwa hakim Pengadilan Agama dapat membebankan kewajiban nafkah secara ex officio, meski gugur secara hukum, apabila terdapat alasan keadilan atau fakta khusus dalam perkara perceraian<\/p>\n<h2 class=\"\" data-start=\"1883\" data-end=\"1909\">Pandangan Hukum Islam<\/h2>\n<h3 class=\"\" data-start=\"1910\" data-end=\"1929\">Konsep Nusy\u016bz<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"1930\" data-end=\"2142\">Dalam fikih, nusy\u016bz merujuk pada ketidaktaatan istri yang melanggar hak suami, termasuk berselingkuh. Sepanjang masa nusy\u016bz, istri kehilangan hak atas nafkah lahir dan batin<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"2144\" data-end=\"2165\">Pendapat Mazhab<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"2166\" data-end=\"2836\">Mayoritas ulama (jumh\u016br) bersepakat bahwa istri yang nusy\u016bz tidak berhak menerima nafkah selama tindakan itu berlangsung<\/p>\n<p data-start=\"2166\" data-end=\"2836\">Menurut mazhab Hanafi, jika istri menolak hubungan tanpa alasan syar\u2019i, ia dinilai nusy\u016bz; namun jika masih menghuni rumah suami, dianggap patuh<\/p>\n<p data-start=\"2166\" data-end=\"2836\">Mazhab Syafi\u2018i berbeda, tetap mewajibkan suami memberikan nafkah iddah dan tempat tinggal meski istri nusy\u016bz, karena masih berstatus istri raj\u2018i<\/p>\n<p data-start=\"2166\" data-end=\"2836\">Pun menurut Hanbali, kewajiban nafkah tetap berjalan selama talak raj\u2018\u012b belum habis masa iddahnya<\/p>\n<h2 class=\"\" data-start=\"2838\" data-end=\"2860\">Implikasi Praktis<\/h2>\n<h3 class=\"\" data-start=\"2861\" data-end=\"2904\">Kewajiban Nafkah Saat Istri Selingkuh<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"2905\" data-end=\"3445\">Secara umum, suami tidak wajib menafkahi istri yang terbukti berselingkuh hingga masa nusy\u016bz berhenti . Namun, dalam praktik Pengadilan Agama, jika suami bersedia membayar <a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/tag\/nafkah-madliyah\/\">nafkah madliyah<\/a> atau mut\u2019ah meski istri nusy\u016bz, hakim dapat menguatkan kesepakatan tersebut Istri juga dapat menggugat suami yang enggan memenuhi kewajiban nafkah pasca perceraian, baik iddah maupun nafkah anak, melalui Pengadilan Agama setempat<\/p>\n<h3 class=\"\" data-start=\"3447\" data-end=\"3478\">Prosedur Pengadilan Agama<\/h3>\n<p class=\"\" data-start=\"3479\" data-end=\"3759\">Istri yang merasa hak nafkahnya dicabut dapat mengajukan gugatan rekonvensi <a href=\"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/tag\/nafkah-madliyah\/\">nafkah madliyah<\/a> sebelum atau setelah proses perceraian. Hakim kemudian mempertimbangkan status nusy\u016bz dan kemampuan finansial suami dalam memutuskan besaran nafkah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>akbid-wijayakusuma.ac.id\/, Dalam sistem hukum Indonesia, memberikan nafkah kepada istri adalah kewajiban suami yang diatur secara tegas dalam Undang\u2011Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Namun, apabila istri melakukan perselingkuhan\u2014dalam istilah fikih disebut nusy\u016bz\u2014kewajiban ini dapat gugur. Artikel ini membahas batasan dan prosedur hukumnya. Dasar Hukum di Indonesia Undang\u2011Undang Perkawinan 1974 Suami wajib melindungi istri dan memberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[320,596,619],"class_list":["post-4752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-hukum-islam","tag-nafkah-madliyah","tag-nusyuz"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4752\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akbid-wijayakusuma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}